Berau — Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal bagi anak balita dan ibu hamil yang berisiko kekurangan gizi. Dalam rangka memastikan pelaksanaan PMT Lokal berjalan efektif, efisien, dan sesuai ketentuan, UKPBJ Kabupaten Berau diundang sebagai narasumber pada kegiatan pembahasan teknis lintas OPD.
Program PMT Lokal menjadi instrumen penting untuk memenuhi kebutuhan gizi harian anak dan ibu hamil, sekaligus memberdayakan UMKM pangan lokal melalui pemanfaatan bahan baku yang tersedia di daerah. Agar pengadaannya berjalan optimal, UKPBJ memberikan pemahaman menyeluruh mengenai opsi metode pemilihan yang dapat digunakan pemerintah daerah.
Tiga Opsi Metode Pemilihan PMT Lokal
Dalam paparannya, UKPBJ menegaskan bahwa pengadaan PMT Lokal dapat dilakukan melalui beberapa mekanisme sesuai regulasi terbaru, yaitu:
1. Melalui Katalog Elektronik Versi 6 (E-Katalog v6)
PMT Lokal kini dapat dibeli melalui penyedia yang telah tayang di E-Katalog versi 6.Keuntungan penggunaan katalog antara lain:
- Proses lebih cepat dan transparan
- Harga dan spesifikasi sudah terstandarisasi
- Mendukung UMKM lokal yang telah onboarding ke katalog
2. Swakelola Tipe 1
Pengadaan dilakukan oleh Perangkat Daerah pelaksana, dalam hal ini Dinas Kesehatan atau Dinas Sosial.Cocok digunakan apabila:
- Kegiatan dapat dilaksanakan langsung oleh OPD
- Kebutuhan bersifat rutin dan spesifik
- Terdapat tenaga pelaksana internal yang memadai
3. Swakelola Tipe 4
Dilaksanakan bekerja sama dengan kelompok masyarakat, seperti:
- Kelompok PKK
- Kader Posyandu
- Kelompok pengolah pangan lokal
- UMKM binaan
Tipe 4 ini sangat relevan untuk PMT Lokal karena mendorong keterlibatan masyarakat dan UMKM dalam menyediakan bahan pangan sehat, bergizi, dan berbasis lokal.
UKPBJ Tekankan Tata Kelola Akuntabel
Perwakilan UKPBJ menekankan bahwa keberhasilan program PMT Lokal tidak hanya ditentukan oleh kualitas pangan, tetapi juga oleh tata kelola pengadaannya.
“Baik melalui Katalog v6 maupun Swakelola Tipe 1 dan Tipe 4, prinsip transparansi, efektivitas, serta pemberdayaan pelaku usaha lokal tetap menjadi prioritas utama,” jelas narasumber dari UKPBJ Kabupaten Berau.
Dengan pemilihan metode yang tepat, PMT Lokal tidak hanya berperan dalam mengurangi risiko stunting, tetapi juga ikut memperkuat ekonomi masyarakat dan UMKM di Kabupaten Berau.
Peran Strategis PMT Lokal
Program ini dirancang untuk:
- Meningkatkan asupan gizi anak balita untuk mendukung pertumbuhan optimal.
- Memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, sehingga menurunkan risiko BBLR (Berat Badan Lahir Rendah).
- Mengoptimalkan bahan pangan lokal seperti telur, ikan, sayur, buah, serta olahan UMKM.
- Memperkuat pelaku UMKM dan kelompok masyarakat lokal melalui mekanisme swakelola atau katalog.
Sinergi antara UKPBJ, Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat upaya penurunan stunting di Kabupaten Berau.





Recent Comments